Primal leadership: memimpin dengan pengendalian emosi
The primal leadership model builds on links to neurology. Breakthroughs in brain research show why leaders' moods and actions have enormous impact on those they lead, and shed fresh light on the power of emotionally intelligent leadership to inspire, arouse passion and enthusiasm, and keep people motivated and committed. Conversely, we sound a warning about the power of toxic leadership to poison the emotional climate of a workplace.(Google Book: Primal leadership: learning to lead with emotional intelligence, oleh Daniel Goleman, Richard E. Boyatzis, Annie McKee)
Primal Leadership adalah sebuah model kepemimpinan yang terkait dengan penelitian neurologi. Hasil dari berbabagi penelitian memperlihatkan bahwa pemimpin yang secara cerdas bisa mengendalikan emosinya akan memiliki pengaruh besar kepada para bawahan. Kejiwaan dan tindakan pemimpin menjadi sumber inspirasi, menumbuhkan rasa cinta dan antusiasme, serta membuat bawahan tetap bermotivasi dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Semua itu termasuk hal-hal yang diperlukan oleh seorang pemimpin terhadap para bawahan. Dengan mengendalikan diri dan emosi secara cerdas seorang pemimpin justru mendapatkan simpati dari mereka yang dipimpinnya.
Berbalikan dengan kondisi ideal tersebut adi atas dalah bila seorang pemimpin bersikap otoriter dan mau menangnya sendiri. Seorang pemimpin yang sangat emosional akan merusak dan meracuni iklim dunia kerja. Iklim emosional menjadi pemicu berkembang atau menyurutnya kinerja ideal dalam organisasi.
Labels: leadership

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home