"The Learning Leader"

Gaya kepemimpinan tranformasional

June 24, 2009

Narsis versusPemimpin

Bacalah tulisan Merry Magdalena! Dengan bahasan pokok tentang kepemimpinan, ia mengikutkan sifat narsis sebagai daya tarik dari tulisannya. Tulisan sederhana itu berjudul "Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik." Sumber-sumber ilmiah disebutkan juga sebagai penguat pandangannya.

Orang yang narsis memang cenderung untuk menonjolkan diri dengan sifat bawaan berego tinggi, mau menang sendiri dan bangga terhadap bakat serta kemampuannya sendiri tanpa sempat lagi mengindahkan keberadaan orang lain. Sebagian dari profesi yang cocok untuk tipe orang narsis adalah sebagai politisi.

Dengan sifatnya yang tidak mau mengalah maka mereka bisa merebut tempat-tempat penting di puncak pimpinan karena kepintaran mereka memikat hati sang boss, atau juga orang lain. Segala macam cara mereka lakukan khusus menampakkan kepada orang banyak bahwa hanya mereka sajalah yang pantas berkuasa dan menempati posisi penting dalam organisasi. Sayang, sifat percaya diri yang kelewat tinggi telah menyebabkan mereka samar atau tidak cermat dalam menilai kemampuannya. Alih-alih mereka mengalami banyak kegagalan sebagai pemimpin yang baik.

"Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka.
Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik."

Satu hal yang bisa pelajari adalah pengaruh sifat narsis terhadap pola kepemimpinan. Motivasi dan semangat yang tinggi memiliki kedekatan sosio-linguistik terhadap sifat narsis. Namun yang menjadi pembeda dalam konteks ini adalah:

1. Narsis menjadikan seseorang berbuat lebih untuk kepentingan pribadi dan ambisinya.
2. Kepemimpinan yang baik mengarah kepada sukses bersama.


Sumber Bacaan:
Merry Magdalena. "Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik." http://netsains.com/2008/10/kaum-narsis-bukan-pemimpin-yang-baik/

Bookmark and Share

Labels: ,

On Leadership

Management is doing things right; leadership is doing the right things. [Peter F. Drucker]

Don't tell people how to do things, tell them what to do and let them surprise you with their results. [George S. Patton]

Leadership is the art of getting someone else to do something you want done because he wants to do it. [Dwight Eisenhower]

A leader is a dealer in hope. [Napoleon Bonaparte]

I must follow the people. Am I not their leader? [Benjamin Disraeli]

The leadership instinct you are born with is the backbone. You develop the funny bone and the wishbone that go with it. [Elaine Agather]

Delegating work works, provided the one delegating works, too. [Robert Half]

Only one man in a thousand is a leader of men -- the other 999 follow women. [Groucho Marx]

The very essence of leadership is that you have to have vision. You can't blow an uncertain trumpet. [Theodore M. Hesburgh]

The best executive is the one who has sense enough to pick good men to do what he wants done, and self-restraint to keep from meddling with them while they do it. [Theodore Roosevelt]

Reference:
Famous Quotes and Quotations. "Best Leadership Quotes," http://www.famous-quotes-and-quotations.com/leadership-quotes.html

Bookmark and Share

Labels: ,

Etika memimpin yang baik

Sebuah artikel kepemimpinan yang layak dibaca untuk meningkatkan wawasan kita dalam masalah kepemimpian telah dituliskan oleh Penulis Yudi dengan judul "Membentuk Etika Memimpin Yang Baik." Beberapa nilai yang menjadi ciri dan karakteristik seorang pemimpin telah dirangkum dan dibahasnya. Apa saja yang membuat seorang pemimpin bisa dijadikan panutan lantaran model kepemimpinannya? Barangkali itulah yang akan kita telusuri dalam pembahasan yang diuraikan oleh Penulis Yudi.

Seorang pemimpin yang dijadikan sumber referensi kepemimpinan yang baik biasanya memiliki etika memimpin yang hampir sama, di antaranya:

1. Menghargai hasil kinerja anak buah
2. Kesalahan pada anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin
3. Mengajari tanpa henti dan tidak ragu memberikan ilmu
4. Memperdulikan kepentingan dan kesibukan staff
5. Menjadi panutan dalam banyak hal dan selalu tepat waktu
6. Menceritakan masalah perusahaan yang layak diketahui anak buah
7. Memposisikan diri sebagai pribadi yang low profile

Sumber Bacaan:

Penulis Yudi. "Membentuk etika menjadi pemimpin yang baik," http://yodi.web.ugm.ac.id/social-knowledge/membentuk-etika-menjadi-pemimpin-yang-baik/

Bookmark and Share

Labels: ,