"The Learning Leader"

Gaya kepemimpinan tranformasional

September 10, 2009

The important of leadership communication

Mastering leadership communication means you learn how to do the following:

  1. Project a positive ethos in writing and speaking.
  2. Analyze audiences and target your messages to them.
  3. Develop an effective communication strategy for all situations.
  4. Select and use the most effective medium or vehicles to reach your audiences.
  5. Create well-organized, coherent documents.
  6. Write clear, concise, correct business prose.
  7. Deliver presentations with confidence.
  8. Display emotional intelligence and cultural literacy.
  9. Lead small groups, whether in teams or meetings, productively.
  10. Develop a vision and internal messages that guide and motivate employees.
  11. Design and deliver external messages to reach stakeholders with positive and effective results. 
Reference: Leadership Communication by Deborah Barrett, and here your can read the book online.



Bookmark and Share

Labels: ,

Primal leadership: memimpin dengan pengendalian emosi

The primal leadership model builds on links to neurology. Breakthroughs in brain research show why leaders' moods and actions have enormous impact on those they lead, and shed fresh light on the power of emotionally intelligent leadership to inspire, arouse passion and enthusiasm, and keep people motivated and committed. Conversely, we sound a warning about the power of toxic leadership to poison the emotional climate of a workplace.(Google Book: Primal leadership: learning to lead with emotional intelligence, oleh Daniel Goleman, Richard E. Boyatzis, Annie McKee)

Primal Leadership adalah sebuah model kepemimpinan yang terkait dengan penelitian neurologi. Hasil dari berbabagi penelitian memperlihatkan bahwa pemimpin yang secara cerdas bisa mengendalikan emosinya akan memiliki pengaruh besar kepada para bawahan. Kejiwaan dan tindakan pemimpin menjadi sumber inspirasi, menumbuhkan rasa cinta dan antusiasme, serta membuat bawahan tetap bermotivasi dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Semua itu termasuk hal-hal yang diperlukan oleh seorang pemimpin terhadap para bawahan. Dengan mengendalikan diri dan emosi secara cerdas seorang pemimpin justru mendapatkan simpati dari mereka yang dipimpinnya.

Berbalikan dengan kondisi ideal tersebut adi atas dalah bila seorang pemimpin bersikap otoriter dan mau menangnya sendiri. Seorang pemimpin yang sangat emosional akan merusak dan meracuni iklim dunia kerja. Iklim emosional menjadi pemicu berkembang atau menyurutnya kinerja ideal dalam organisasi.


Bookmark and Share

Labels:

September 2, 2009

Menjadi seorang pemimpin yang efektif

Leadership is Not Something You Do to People, It's Something You Do with Them

KenBlanchard dan Marc Muchnick telah menuliskan tulisan yang berjudul "For Effective Leadership". Dari tulisan ini kita bisa mendapatkan beberapa pelajaran yang berguna bagi kita yang menjadi calon pemimpin di lingkungan kita masing-masing. Memimpin tentu saja bukan berarti melakukan untuk orang lain, tetapi secara memimpin lebih dimaknai sebagai sebuah usaha untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu bersama dengan orang lain. Dengan begitu ciri-ciri kepemimpinan yang efektif termasuk apa yang dimaksudkan di bawah ini.

Nilai integritas:
  1. Memimpin dengan integritas berarti menjadi teladan terhadap apa yang yang kita inginkan pada orang lain.
  2. Memberikan kepercayaan sesuai dengan sikap dan perilaku yang diharapkan.
  3. Kecenderungan kepercayaan dan penghargaan adalah bila kita memiliki kesesuaian antara apa yang kita ucapkan dan apa yang kita jalani.
Nilai integritas:
  1. Kunci kepemimpinan yang efektif adalah hubungan baik yang kita bangun bersama tim.
  2. Berbagi visi dan misi kepemimpinan secara menyeluruh dengan setiap anggota tim.
  3. Adalah lebih memungkinkan untuk meraih tujuan secara bersama-sama
Nilai penguatan:
  1. Memberikan pujian atau penghargaan adalah cara terbaik untuk memberitahukan orang lain bahwa usahanya dihargai.
  2. Masing-masing memiliki kesempatan untuk mengenali kebaikan orang lain.
  3. Perjalanan panjang akan bisa dijalani bila setiap orang diberi kesempatan untuk menilai dan mengkaji kembali usaha yang sudah dijalankan.
Mempersatukan ikatan bersama:
  1. Biarkan semua orang memikirkan apa yang terbaik untuk mereka sendiri, bukannya sang pemimpin yang selalu menetapkan keputusannya.
  2. Kepemimpinan lebih merupakan sebuah proses yang membuat setiap orang bisa mencapai posisi yang diharapkan bersama.
  3. Keberhasilan tertinggi sebagai seorang pemimpin adalah kita mendapatkan penghargaan dan kepercayaan dari seluruh anggota tim.

Bookmark and Share

Labels: , ,